Rabu, 19 Desember 2012

KISAH INSPIRATIF


KISAH TENTANG POHON APEL


Alkisah ada sebuah pohon apel
Yang sangat mencintai bocah laki-laki.
Setiap hari si bocah berlarian
Mendatangi pohon tersebut.
Dia merangkai daunnya dan
Dikenakan sebagai mahkota.
Kadang bocah ini memanjat atau
Bermain ayunan diantara
Dahan-dahan pohon.
Saat lapar,
Dia juga memakan buah apelnya.
Setelah letih bermain,
Si bocah pun tertidur
Diketeduhan bayangan si pohon.
Si bocah sangat mencintai pohon ini,
Dan pohonpun demikian pula.
 
Waktu cepat berlalu ......
Si bocah tumbuh menjadi dewasa.
Pohon merasa kesepian
Tanpa  keriangan si bocah.


Suatu hari,
Si bocah yang telah dewasa
Datang kembali dibawah pohon.
“Hai anak muda,
Silahkan naik ke badanku eperti dulu,”
Kata pohon dengan riang.
“makanlah buahku,”
“Ayo kita bermain lagi,” lanjutnya.
Si bocah menjawab :
“Aku bukan anak kecil lagi,

Aku tidak akan memanjat pohon
Dan bermain seperti dulu,”
“Aku ingin membeli mainan
Aku perlu uang. Pohon,
Bisakah kau memberikan uang?,”
“Maaf,” kata pohon,
“Aku tidak punya uang, Nak,”
“Ambillah buah apel dan daunku,
Juallah ke pasar,
Kau akan mendapatkan uang.
Bergembiralah,”
 Si bocah bersemangat
Segera  memanjat dan
Memetik apel-apel di pohon,
Lalu membawanya pergi.

Lama sekali setelah itu
Si bocah tidak datang lagi.

Pohon merasa sedih dan sepi........

Hingga suatu hari,
Si bocah datang kembali.
Pohon merasa sangat gembira
Hingga bergetar.
Ayo Nak, naiklah ke badanku,
Bermainlah seperti dulu,”
“Aku sangat sibuk,
Tidak sempat lagi bermain
Memanjat pohon,” kata si bocah.
“Aku ingin sebuah rumah untuk
Menghangatkan diri,” Bisakah kamu memberi?
Tanya si bocah berharap.
Pohon pun menjawab : “Aku tidak punya rumah,
Hutan adalah rumahku,”
“Tapi kamu bisa membelah hutan dan memotong
Dahan-dahanku untuk membuat rumah,”
Si bocah segera menebang dahan di pohon
dan Membawanya pergi.
Namun lama setelah itu ...............
Si bocah tidak datang lagi.

Saat sibocah datang lagi,
Saking gembiranya pohon tidak mampu
Berkata banyak,”Ayo Nak, bermainlah,”
“Aku sudah tua,” Bocah yang telah
Berumur itu melanjutkan.
“Aku ingin sebuah perahu
Yang bisa membawaku pergi.
Bisakah kau memberiku sebuah perahu?”
“Tebanglah aku dan buatlah perahu.
Pergilah berlayar dengan gembira,”
Kata si pohon.
Sibocah tuapun menebang kayu
Dan membawanya pergi.

Setelah sekian lama,
Si bocah tua kembali datang.
Pohon berkata, “Maaf Nak,
Tidak ada apapun yang bisa
Aku berikan kepadamu lagi,”
Si bocah tua menjawab :
“Akupun sudah tua,
Yang aku butuhkan tidak banyak lagi,”
“Aku hanya ingin tempat yang tenang
Untuk beristirahat karena
Aku sangat letih,”
“Tepat sekali, aku sisa pohon yang sudah tua,
Sangat tepat untuk kamu gunakan untuk duduk,”
“Mari Nak, beristirahatlah di badanku,”
Si bocah tua pun dengan badan terbungkuk
Meletakkan diri di atas pohon untuk beristirahat.


Sahabat,
Pohon ini sama dengan Ayah atau Ibu kita.
Saat mereka kesepian sendirian, saat mereka
Membutuhkan kita, dimanakah kita !!!
Anak-anaknya berada?

Semua telah diberikan kepada kita.
Berapa banyak waktu yang
Kita sisihkan untuk mereka?
Berapa perhatian yang telah
Kita berikan kepada mereka?

Suatu hari kelak kita pun
Akan menjadi seperti pohon itu.

Semoga kita pun bisa menjadi
Pohon yang berbahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

- Semua file yang dishare di blog ini adalah 100% graaaattiiiss
- Tidak ada link adfly
- Tidak ada google adshense
- Tidak ada uang sepeserpun yang akan mengalir kekantong pribadi "Admin"
- Tujuan utama pembuatan blog ini adalah murni untuk media pembelajaran
- Jika ada kritik atau saran saya persilahkan anda untuk mengungkapkannya
. dikolom komentar !!